Di hari itu,
Jiwa insan bergoncang hebat
tertunduk malu, kesal, resah, mengenang hari-hari lepas.
"tuhan, kembalikanku ke dunia, agar aku bertasbih padaMu..."
Pengadilan oleh Yang Maha Besar
tiada terlepas kebaikan dan kejahatan walau sekecil zarah
Saat tangan, kaki, hati, telinga, mata tulus bicara
tentang apa yang telah diperlakukannya
Si pelaku....
diam membisu.
Tiada daya untuk bicara
gementarlah jiwa..
Di hari itu.
Friday, June 8, 2007
Bila mulut dikunci...
Thursday, June 7, 2007
Sungguh teman, kita bukan qadhi.....
Rasulullah bersabda;
Abu Hurairah r.a berkata: “Demi Dia yang Rohku di TanganNya! Dia menyebut perkataan yang menghancurkan dunia dan akhirat baginya.”
Dinukil dari Sunan Abu Daud (terjemahan b Inggeris vol.3, ms1365, no.4883). Lihat Saheehil-Jaami (4455) oleh Syiekh al-Albani.
Hasil pemikiran dari http://www.mediamuslim.info
Ada dua orang dari Bani Israil yang sama-sama rajin di dalam beribadah. Salah seorang darinya kadangkala berbuat dosa dan seorang lagi amat tekun di dalam Ibadahnya. Orang yang
tekun di dalam ibadah apabila melihat dosa yang dilakukan oleh seorang lagi dan berkata:
“berhenti”
Pada suatu hari orang yang tekun tersebut terjumpa seorang lagi sedang melakukan perbuatan dosa dan berkata kepadanya:
“berhenti”
Orang tersebut menjawab:
“Tinggalkan aku dengan Tuhanku, adakah kamu dihantar sebagai penjaga bagiku?”
Orang yg tekun tersebut berkata:
“Demi Allah, Allah tidak akan mengampunkan kamu, dan Allah tidak akan memasukkan kamu ke Syurga”.
Kemudian kedua-dua mereka meninggal dunia dan mereka dihadapkan kepada Allah. Allah berfirman kepada yang tekun beribadah:
“Adakah kamu mempunyai IlmuKu, ataupun adakah kamu mempunyai Kuasa sepertimana KuasaKu?” dan Allah berkata kepada yang membuat dosa: “Masuklah ke Syurga dengan RahmatKu” dan Allah berkata kepada yang seorang lagi: “Masukkan dia ke Neraka”.
Abu Hurairah r.a berkata: “Demi Dia yang Rohku di TanganNya! Dia menyebut perkataan yang menghancurkan dunia dan akhirat baginya.”
Dinukil dari Sunan Abu Daud (terjemahan b Inggeris vol.3, ms1365, no.4883). Lihat Saheehil-Jaami (4455) oleh Syiekh al-Albani.
Hasil pemikiran dari http://www.mediamuslim.info
Subscribe to:
Posts (Atom)